Cerita Presiden Korea Selatan Moon Jae In yang Pengungsi Asal Korea Utara

0

moon-jae

SALAMKOREA.COM – Setelah skandal politik yang menimpa mantan Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye, kondisi politik di negeri Ginseng ini belum juga stabil. Hingga akhirnya masyarakat Korea Selatan mengadakan pemilu untuk memilih presiden baru. Melalui pemilu ini, Moon Jae In terpilih menjadi Presiden Korea Selatan (Korsel) mengalahkan dua kandidat calon presiden lainnya, Hong Joon Pyo dan Ahn Cheol Soo.

Dalam sumpah yang diambilnya sebagai Presiden, ia menyatakan bahwa ia berjanji akan mematuhi Konstitusi, melindungi negara, bekerja untuk mempersatukan bangsa, mendorong kebebasan individu, kesejahteraan rakyat, dan budaya nasional, serta menjalankan tugas-tugasnya sebagai presiden dengan kesungguhan.

Moon Jae In, memiliki sejarah yang cukup menarik sebagai seorang Presiden, pasalnya ia merupakan anak pengungsi Korea Utara yang tumbuh besar di Korsel. Saat perang Korea terjadi bertahun silam, kedua orangtuanya pindah ke Korsel dan pada tahun 1953 ia lahir lalu tinggal di selatan pulau Geoje.

Semasa muda, ia aktif dalam kegiatan politik. Termasuk memimpin demonstrasi menentang aturan Presiden kala itu, Park Chung Hye yang tak lain adalah ayah dari presiden sebelum dirinya, Park Geun Hye. Karena ulahnya ini pun, Moon Jae In akhirnya dipenjara selama enam tahun. Setelah bebas, ia mendirikan firma hukum yang menangani masalah hak asasi manusia dan sipil. Bersama dengan Roh Moo Hyun yang juga menjadi Presiden Korsel, ia mengelola firma tersebut.

Bersama-sama, Moon Jae In dan Roh Moo Hyun menjadi tokoh pro demokrasi di Korsel. Akhirnya, Roh Moo Hyun pun turun ke dunia politik, sedangkan Moon Jae In tetap memilih untuk mengelola firma hukumnya untuk membantu masyarakat yang butuh bantuan hukum. Tahun 2003, Roh Moo Hyun terpilih menjadi presiden dan menjadikan Moon Jae In sebagai pembantu utama. Ia pun akhirnya diberi julukan Shadow of Roh atau Bayangan Roh.

Sebelumnya, Moon Jae In mencalonkan diri sebagai Presiden tahun 2012, namun dikalahkan oleh Park Geun Hye. Tahun 2017 ini, ia berhasil menduduki posisi sebagai presiden. Ia memiliki keinginan untuk menyatukan Korea. Dalam buku yang dirilis tahun ini, ia menyatakan bahwa ia masih memiliki mimpi untuk kembali ke kota asalnya Hungnam, Korut. “Ketika reunifikasi damai datang, hal pertama yang ingin saya lakukan adalah membawa ibu saya yang telah berusia 90 tahun pergi ke kota asalnya (Hungnam),” tulis Moon Jae In dalam bukunya.

NO COMMENTS

Leave a Reply