Budaya Makanan Masyarakat Korea

Masyarakat Korea pada umumnya makan tiga kali dalam sehari, yang dikenal dengan istilah “Achim”, Chosim”, Chonyok”. Kata “Achim” pada umumnya dilakukan sebelum berangkat kerja atau sarapan pagi, “Chosim”, ketika matahri berada diposisi tengah, atau makan siang, “Chonyok” dilakukan pada saat mengakhiri segala kegiatan atau disebut dengan makan malam.

Kebiasaan makan masyarakat kini setiap rumah berbeda-beda. contohnya jika dipedesaan makan pagi dan malam lebih cepat, namun jika dipekotaan kebanyakan makan pagi dilakukan dengan makanan ringan. Waktu makan juga banyak sekali perbedaan. Selain tiga kali makan ada juga waktu untuk cemilan yang dalam bahasa Korea disebut “Gansik” atau juga “Secham”.

Bap Sang (Meja Makan) 

Menu makanan di “Bab Sang” disajikan tiga kali sehari sebagai berikut:

1. Bap

Makanan pokok yang disajikan adalah “Bap”. Selain ” Ssal” ditambahkan biji-bijian seperti kacang gandum, beras merah, dan lain-lain. Selain itu juga makanan pengganti nasi seperti mie dan roti.

2. Banchan

“Bachan” yaitu makanan tambahan selain Bap yang terdiri dari Kimchi, Namul, Sengson, Gogi, dan lain-lainnya. Untuk menu sederhana, terdiri dari dua tiga jenis lauk bersama nasi, dan pada saat istimewa dihidangkan hingga 10 macam janis lauk pauk.

3. Guk, Chigae

Macam-macam, jenis sayuran dan daging, makanan laut, yang dimasak dengan mencampur dengan air disebut dengan kata “Guk”. Banyak diantara orang Korae yang tidak dapat makan tanpa sayur. Pada umumnya sayur yang berkuh banyak dan tidak asin disebut “Guk” dan kuahnya lebih sedikit, rasanya lebih keras dan kuat banyak sayurannya dibandingkan kuahnya disebut “Chigae”.

Budaya Makan Korea

Husik ( Hidngan setelah makan atau pencuci mulut )

Makanan sebagai pencuci mulut masyarakat Korea adalah Kwail (buah-buahan). Setiap pergantian musim, buah-buahan yang keluar berbeda-beda contohnya untuk musim semi strawberry, dan untuk musim panas semangka dan melon kuning sedangkan untuk musim gugur dan musim dingin apel, jeruk, dan buah pir. “Cha” sangat digemari orang-orang Korea sebagai pencuci mulut dan yang paling digemari adalah kopi, dan teh hijau, selain itu ada minuman seperti Nurongji (kerak nasi) dan Sujeonggwa (wedang jahe ala Korea).

Sudkarak (sendok), dan Chokkarak (sumpit)

Alat yang digunakan orang Korea ketika makan adalah sendok dan sumpit ” Sudkarak” gwa “Chokkarak”. Sendok digunakan untuk menyedok sayur, sedangkan sumpit untuk menyumpit nasi. Kedua alat makan tersebut dalam bahasa Kore disebut “Sujeo”.

Etika Makan

Ada beberpa etika yang harus diperhatikan ketika sedang makan.

  1. Yang paling tua harus lebih dahulu mengangkat sendok dan sumpit, lalu jika sudah dimulai makan baru diikuti oleh yng lainnya.
  2. Tidak Mengelurkan suara ketika makan
  3. Mangkok nasi dan sayur harus diletakkan dimeja, tidak boleh mengangkat mangkok nasi ketika makan
  4. Tidak boleh sambil berdiri
  5. Tidak boleh meletakkan lauk pauk yang sudah di masukkan kedalam mulut
  6. Makanan yang berduri atau bertulang hendaknya ketika membuang duri atau tulang tersebut tidak diperlihatkan ke orang lain, dan diusahakan untuk membuang didalam gulungan tisu atau mangkok lainnya.

Sumber: Masakan Korea Sehari-hari, Daewoo Sekuritas Divisi Pelayanan Masyarakat.

Profile photo of Noona Eonni
Love Kpop, KDrama & Korea! Call me Noona or Eonni but please not admin :( Too busy to dating because too worry about the next episode...haha. Fall in love with Kyuhyunie with a million pieces of him at gwanghwamun ^^ ready to talk about Korean things but currently so busy with Japanese things. Soft hearted fans of Super Junior and all handsome Korean actor especially uri Joong Ki ssi... Let's laugh! See you when I see you, Jeolchin ^^

4 COMMENTS

Leave a Reply