Puasa di Korea Selatan? Harus Siap Dengan Hal-Hal Ini

0

SALAMKOREA.COM – Bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang disambut dengan gembira oleh setiap muslim di segala penjuru dunia. Muslim di negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim mungkin bisa merasakan tradisi berpuasa yang khas dan menerima toleransi dari umat non-muslim di sekitarnya. Tapi, bagaimana dengan sejumlah muslim di Korea Selatan dengan penduduk minoritas muslim ya? Berikut ini hal-hal yang harus dihadapi muslim di Korea Selatan.

Muslim Korea Selatan berpuasa selama 17 jam selama musim panas
Bulan ramadhan dalam beberapa tahun belakangan ini, selalu datang bertepatan dengan musim panas di Korea Selatan, hal ini menyebabkan matahari bersinar lebih lama dari biasanya. Selama musim panas, penduduk Korsel akan merasakan siang selama 17 jam dan hal ini berarti bahwa umat muslim di sana harus berpuasa selama 17 jam pula. Selain itu, suhu musim panas di sana pun mencapai 25-33 derajat celcius. Untuk itu, umat muslim di sana memerlukan daya tahan tubuh yang cukup prima.

Minimnya informasi mengenai ramadhan
Sebagian besar penduduk Indonesia mengetahui tentang adanya bulan ramadhan, hal ini memberi keuntungan bagi muslim Indonesia. Salah satu contohnya, jika di Indonesia pada siang hari pemilik tempat makan akan menutupi tokonya dengan tirai besar untuk menghormati umat muslim yang berpuasa. Sedangkan di tanah kelahiran kpop ini, tempat makan akan tetap tampak terbuka seperti bulan-bulan lainnya.

093145700_1439081521-Myeongdong

Selain itu, karena ketidaktahuan mengenai bulan suci tersebut, banyak hal yang menjadi ujian tersendiri untuk umat muslim di sana selama berpuasa. Muslim di sana perlu lebih ekstra dalam menjaga pandangannya, agar tidak mengurangi pahala berpuasanya. Hal unik lainnya, warga Korsel yang sama sekali tidak tau mengenai momen bulan suci ini akan kebingungan melihat seseorang yang tidak makan dan minum selama siang hari.

Kurma bertebaran di supermarket
Penduduk Korsel memang banyak yang tidak tahu mengenai bulan ramadhan, namun tidak dengan supermarket-supermarket di sana. Supermarket atau pusat perbelanjaan bahan makanan biasanya menyadari akan datangnya bulan ini. Sehingga banyak supermarket yang menjual buah kurma, yang identik dengan momen bulan tersebut, dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Deretan kotak buah kurma akan tampak pada sudut-sudut tertentu pada display supermarket atau pusat perbelanjaan bahan makanan di Korea Selatan.

Mesjid-mesjid menjadi lebih ramai

mesjid central seoul

KMF (Korean Moslem Federation) menyatakan bahwa, di Korea Selatan hanya terdapat sembilan mesjid dan 40 musalla yang tersebar di Korea Selatan. Jumlah tersebut tidak terbilang banyak walaupun jumlah penduduk muslimnya masih minim. Hal itu menyebabkan pada momen bulan ramadhan seperti ini, penduduk muslim akan memadati setiap mesjid yang ada di daerahnya. Biasanya, mesjid akan dipenuhi pada waktu berbuka puasa hingga selesai melaksanakan shalat tarawih bersama. Mesjid yang paling ramai dikunjungi adalah Masjid Central di Seoul.

Buka puasa bersama di mesjid
Berbuka puasa bersama di mesjid menjadi hal yang menarik selama ramadhan di negeri ginseng, baik bagi muslim maupun penduduk Korsel sendiri. Bagi muslim perantau, buka puasa bersama di mesjid akan mengingatkan momen-momen berbuka puasa di kampung halaman, karena mereka daat menemui muslim lainnya dalam suasana ramadhan. Sedangkan bagi penduduk Korsel sendiri, tradisi makan bersama merupakan hal yang biasa dilakukan, sehingga tradisi berbuka puasa tersebut dipandang sebagai hal yang baik layaknya tradisi yang telah mendarah daging dengan penduduk Korsel.

Apakah Jeolchin tertarik untuk menjalani ramadhan di Korea Selatan?

SOURCE Muslim Moderat kawankumagz

NO COMMENTS

Leave a Reply